Pendapatan dari Setiap Platform Musik Streaming

Pendapatan dari Setiap Platform Musik Streaming
Pendapatan dari Setiap Platform Musik Streaming

Hingga kini masih ada pertanyaan-pertanyaan dari beberapa kawan pegiat musik dan juga teman-teman musisi mengenai berapakah sebenarnya perolehan yang didapat dari berbagai platform musik streaming global yang ada saat ini. 

Menjelang akhir tahun 2021 lalu, mengutip dari twit T-Pain atau dikenal sebagai Faheem Rasheed Najm, rapper kondang asal Florida, bisa terlihat skema grafis yang bersumber dari reddit sebagai berikut:



Yang perlu dan penting untuk dicatat adalah tentunya besaran royalti dari masing-masing musisi menerimanya berbeda satu sama lain. Hal ini tidak terlepas dari aspek bentuk kerjasama yang dilakukan. Ada musisi yang bisa deal langsung dengan pihak DSP (Digital Service Provider). Ada juga musisi yang bekerjasama dengan label rekaman atau music agent untuk mendistribusikan karyanya. Kemudian ada juga kerjasama-kerjasama yang dilakukan antara artist distributors, label distributors, delivery platforms, hingga aggregators dengan musisi-musisi ataupun kerjasama dengan menunjuk langsung rights holder.

Belum lagi bentuk model kerjasama dengan investor yang mengguyurkan banyak uangnya ataupun produser eksekutif yang mendanai produksi album. Nah, kembali lagi soal hitung-hitungan di atas tadi, bila ada kerjasama yang dilakukan musisi dengan pihak-pihak lain tentunya akan berbicara share atau konsep bagi hasil.

Teringat beberapa waktu lalu di tengah tahun 2018, Spotify pernah membuka kran layanan dalam versi beta untuk upload langsung ke dashboard Spotify, yang mungkin dianggap cukup 'berpihak' kepada musisi independen dan kreator konten. Tapi nampaknya program yang berjalan hanya setahun ini sudah dihentikan. Menurut saya, ini tidak lebih dari campur tangan dan kebijakan para pemegang saham Spotify (yang juga label).

Sejak sebelum Cov*d tahun lalu saya sempat membuka-buka artikel mengenai konsep 'user-centric', konsep pembagian royalti yang bukan model pool/pro rata dan dianggap cukup fair bagi musisi. Platform Deezer terutama, sangat getol meng-kampanyekan mengenai UCPS (User-Centric Payment System) ini. Konsep user-centric ini sudah banyak diulik-ulik sejak 8 hingga 10 tahun lalu. Bahkan menjadi bahasan di berbagai universitas di Eropa.

Kemudian yang baru saja mengusung model 'user-centric' ini adalah platform SoundCloud, dengan ala fan-powered royalties (for some artists?). SoundCloud kini dikenal tidak hanya sebagai platform streaming, namun juga sebagai platform distribusi digital. Nampaknya saya masih banyak membutuhkan waktu untuk memahami soal 'user-centric' ini. Apakah memang benar gamechanger atau sekedar kemasan bahasa marketing musik? Kapan-kapan nanti kita boleh diskusikan bareng ya...

Menyinggung sedikit soal platform streaming Napster, yang kini baru tersedia di 31 negara. Dengan melihat tabel skema grafis diatas, maka hitungan perolehan streaming dari sekian platform, yang paling men-juara tentu adalah Napster, dengan 53x stream akan mendapatkan hasil $1. 

Saya mengakui bahwa saya adalah termasuk generasi Napster 1998/1999 (peer-to-peer) 😍 (terimakasih untuk para pendirinya Shawn Fanning dan Sean Parker). Kini Sean Parker lebih dikenal sebagai dewan direksi Spotify, presiden pendiri Facebook, dan ketua Yayasan Parker.

Era dekade lalu dengan modal internet dial-up kemudian menggunakan aplikasi file-sharing Napster, kita bisa mendapatkan aneka musik yang kita inginkan. Terlepas dari persoalan hak cipta dll., dekade itu adalah masa pengenalan konsep musik digital bagi saya. Era 90'an terbiasa dengan bertumpuk-tumpuk kaset dan CD, kemudian mengenal Napster, AudioGalaxy, KaZaA, dll., adalah awal transisi menuju pembelajaran digital.

Apakah kini era Napster (reborn) bisa disebut sebagai 'pahlawan' streaming global dan telah berpihak kepada musisi? Bagaimana dengan hasil dari YouTube Music (1250x stream = $1)? Tentu, bakal menarik juga kita bisa mengikuti perkembangan platform-platform lokal baik format streaming maupun download. 

Welcome, the creator economy...



Foto: Pexels

Komentar

Artikel Populer