Laporan World Intellectual Property Organization Mengenai 'Streaming Economy'

Laporan World Intellectual Property Organization Mengenai 'Streaming Economy'
Laporan World Intellectual Property Organization Mengenai 'Streaming Economy'

Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) adalah merupakan salah satu badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. WIPO dibentuk pada tahun 1967 dengan tujuan untuk mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia. Kini beranggotakan 193 negara.

Mungkin tidak banyak informasi yang kita tahu, bagi para musisi ataupun pegiat musik khususnya, pada tengah tahun 2021 lalu, WIPO (World Intellectual Property Organization) merilis laporan khusus mengenai 'streaming economy'. Sangat menarik untuk memperkaya khazanah kita mengenai musik digital dan kegiatan industri yang mengelilinginya. Laporan lengkap sepanjang 64 halaman bisa disimak dan dipelajari di tautan berikut:

https://www.wipo.int/edocs/mdocs/copyright/en/sccr_41/sccr_41_3.pdf

Bagi yang malas membaca artikel diatas, ada sedikit rangkuman yang bisa dipelajari dari laporan tersebut. Tautannya ada di situs milik unionofmusicians.orgUnion of Musicians and Allied Workers (UMAW) adalah gerakan internasional yang bertujuan salah satunya memperjuangkan pembayaran yang layak atas royalti streaming.

Mengenai WIPO, ada warga negara Indonesia pertama yang dipercaya untuk menempati posisi di tingkat Deputi Dirjen di Organisasi Kekayaan Intelektual dunia ini. Duta Besar Hasan Kleib terpilih secara aklamasi menjadi Deputy Director General for Regional and National Development Sector di Markas Besar Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization) yang memulai masa tugasnya pada tanggal 1 Januari 2021 hingga 30 September 2026. 

Foto: Unsplash

Komentar

Artikel Populer