Vicky Mono Rilis Single dan Video Klip "Sang Putra Fajar"

Vicky Mono Rilis Single dan Video Klip "Sang Putra Fajar"

Untuk memperingati sosok Revolusioner, Bapak Bangsa, Ir. Soekarno, Suarahgaloka akan mempersembahkan Vicky Mono dengan single nya yang berjudul “Sang Putra Fajar”,  debut single ini akan dirilis pada seluruh layanan musik beserta video klip pada tanggal 29 Agustus 2021 dibawah naungan Suarahgaloka Musik. 

Berdurasi kurang lebih 6 menit, Vicky Mono, sosok yang sudah lama berkiprah di dunia musik akan menawarkan atmosfir baru dalam debut single nya. Mengawinkan musik Alternative/Rock dengan sentuhan Alat Musik Tradisional (Waditra).

Sang Putra Fajar pada awalnya dimainkan secara akustik oleh Vicky Mono sendiri yang sudah diunggah pada kanal Youtube Suarahgaloka, namun perlahan materi ini digubah ke dalam format band. 

Single ini menceritakan sosok Ir. Soekarno seorang proklamator ulung dalam perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, dan untuk mengingatkan kembali kepada generasi sekarang bahwa bangsa ini perlahan akan lupa akan jati diri nya, identitas yang semakin terseok membuat lagu ini menjadi salah satu wujud kesadaran kolektif yang mesti dibangun untuk generasi mendatang.  

Musik bernuansa Alternative/Rock ini ditemani oleh pengiring dari berbagai multidisiplin dan lintas generasi, diantaranya hadir sosok Harry Koi (UTBBYS, Trou, Balaruna), Ibrahim Adi (Pohaci Studio, Flukeminimix), Raden Hilman, Aria Ardikoesoema, Irwan Darmawan dan Irvan Rizky Ramdani (21 Gamelan). 

Single ini direkam oleh Yoni di Funhouse Recording dan Ava Goodline Studio, Pohaci Studio, Bandung. Masuk dalam tahap mixing mastering oleh Indra Severus di Neverlabs Studio, Bandung. 

Vicky Mono Rilis Single dan Video Klip "Sang Putra Fajar"

Simak single "Sang Putra Fajar" ini di berbagai layanan streaming berikut:









Tentang "Sang Putra Fajar" II

Sang Putra Fajar, merupakan debut single dari Vicky Mono. Dibawakan dengan nuansa Alternative Rock, Single ini menawarkan lanskap musik beragam. Jika didengarkan dengan seksama, didalam satu lagu ini terdapat 4 atmosfir berbeda. 

Secara keseluruhan, debut single ini mencerminkan tentang keteduhan dan keteguhan Sang Putra Fajar, hingga perjuangannya telah sampai pada titik akhir, Ia mulai dilupakan dan kenangan saat kejayaan mulai hilang tergerus zaman. 
Sosoknya hilang, begitu pun dengan jati diri bangsanya. Kini Sejarah hanya bagian dari angin lalu. Namun secercah harapan masih terbuka. 
Harapan itu masih hadir jika kita bisa kembali percaya akan diri kita sendiri.

Sang Putra Fajar, diambil dari julukan seorang Revolusioner besar, seorang orator ulung yang berhasil memberikan angin segar bagi bangsa Indonesia dari kungkungan penjajah yaitu kemerdekaan seutuhnya bagi Bangsa Indonesia, Beliau adalah Ir. Soekarno.
Julukan yang sebenarnya diberikan pada beliau yakni “Putra Sang Fajar”, namun secara estetika bunyi, maupun secara pemaknaan tidak mengubah arti asalnya, bahkan bisa lebih meluas menjadi tafsir yang berbeda.

Lagu ini bukan hanya berbicara tentang kelahiran, tapi lagu ini pun bisa menjadi sebagai pengingat bagi diri kita sendiri.

“Kemana Bangsa Indonesia yang ramah? Kini malah menjadi pemarah.”

“Perbedaan merupakan salah satu kekayaan kita, tapi kenapa hari ini kita menjadi begitu senang membeda-bedakan?”

“Negara kita memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah. Jelas seharusnya kita bisa digdaya, namun kenapa kini kita menjadi Bangsa yang dipandang sebelah mata?”

“Kepercayaan diri kini hilang, malah kepercayaan diri tertanam di orang-orang yang pada akhirnya menyalah gunakan kepercayaan rakyat?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang kini kerap hadir dari suara-suara rakyat karena ketidakpuasan mereka pada keadaan Negara kita hari ini. 

Lagu ini pun serupa do’a untuk orang-orang yang sudah berjuang habis-habisan untuk bisa memerdekakan bangsa ini. 

Kini jelas bahwa lawan kita memang bukan siapa-siapa, bukan mereka yang ada diluar kita, namun lawan kita berada dalam diri kita sendiri.



Profil Suarahgaloka Musik

Suarahgaloka Musik merupakan inkubator bagi para musisi untuk mendistribusikan rilisan musik dan berbagi informasi yang yang berkaitan dengan wacana Seni dan Kreativitas dalam ruang digital. Suarahgaloka Musik pun menjadi ruang dialog antara penggiat dan penikmat agar selalu berada pada poros rotasi yang sama.

Seiring berkembangnya zaman, musik independen semakin menemukan bentuknya dalam segi kekaryaan maupun teknis. Hal ini menjadi acuan dalam memperkuat pergerakan ‘independensi’ itu sendiri agar tetep terjaga dan juga semakin menemukan porsinya dalam ranah musik sekarang.
 
Begitupun dengan visi Suarahgaloka Musik, yaitu menciptakan ekosistem dan pola kecenderungan baru agar Seni dan Kreativitas tidak tergerus oleh industri atau pasar musik sekarang.

Komentar

Postingan Populer