60.000 Trek Per Hari Kini Diunggah di Spotify

60.000 Trek Per Hari Kini Diunggah di Spotify

Event ‘Stream On’ yang digelar oleh Spotify pada 22 Februari 2021 lalu, mengumumkan mengenai layanan baru ‘Spotify Hi-Fi’, sebuah layanan lossless music, dengan kualitas musik yang memiliki format hi-res, atau kualitas yang lebih tinggi yang bisa didengar oleh para penikmat musik streaming. Format ini mengikuti jejak platform lain yang sudah eksis seperti Tidal, Deezer HiFi, dan Amazon Music HD. Selain itu di event tersebut juga diumumkan pencapaian jumlah upload harian yang kini mencapai 60.000 trek per hari atau bisa diestimasikan terdapat 1trek unggahan di Spotify dalam tiap 1 detiknya.

Pada bulan November 2020 pihak Spotify memberikan konfirmasi bahwa sudah memiliki koleksi sebanyak 70 juta trek. Dengan memprediksi bahwa pada akhir tahun 2021 ini Spotify akan memiliki koleksi tambahan katalog lagu ataupun konten podkes sebanyak 90 juta dan di tahun 2022 akan dicapai angka 100 juta katalog. Bakal menjadi sebuah rekor terbesar yang akan dicapai bagi streaming platform paling terkini dengan jumlah user global terbanyak ini. 

Melihat mundur di bulan April 2019 lalu, Daniel Ek, selaku founder Spotify, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melihat data angka yang mendekati hampir 40.000 trek untuk upload harian. Dan ternyata dalam kurun kurang dari dua tahun (Februari 2021) akhirnya terbukti meningkat 50%, 60.000 trek per hari!

Masih dari gelaran event ‘Spotify Stream On’, di awal pidato pembukaannya Daniel Ek menyampaikan bahwa pada tahun 2018 lalu Spotify memiliki sejumlah 3 juta kreator. Kemudian di tahun 2019 meningkat hingga 5 juta kreator, dan hingga menjelang akhir tahun 2020 lalu meledak hingga mencapai sejumlah 8 juta kreator.

Supaya tidak membingungkan, yang dimaksud dengan ‘kreator’ disini adalah selain artis-artis rekaman terdapat juga para podcaster yang hingga akhir 2020 lalu tercatat telah mencatatkan sebanyak 2,2 juta konten podkes. Di waktu yang sama Spotify menginformasikan paling tidak terdapat sejumlah 7 juta artis rekaman.

Daniel Ek memprediksikan secara yakin bahwa di tahun 2025 nanti akan terdapat sebanyak 50 juta kreator di platform Spotify, dan kurang lebih akan tercapai unggahan sejumlah 375.000 trek baru dirilis tiap harinya.

Bagi para musisi, dari capaian trafik unggahan ini apa yang bisa kita pelajari untuk bekal terus berkreasi di masa datang? Bagi pencipta lagu, musisi dan artis rekaman bisa jadi ini akan menjadi ‘kompetisi’ global yang sangat ketat. Bagaimana satu buah lagu yang kita ciptakan bisa mudah untuk ‘ditemukan’ atau dikenali dan disukai di antara ribuan atau ratusan ribu hingga jutaan lagu dalam satu platform musik? Apakah berpeluang untuk tampil sebagai ‘evergreen streamed’, ‘one-hit wonder’ atau malah ‘one-hit forgotten’?

Tanpa harus berpikir untuk menjadi ‘viral’ di era riuhnya streaming, dengan tingkat ‘kompetisi’ seperti yang kita lihat dari jabaran angka-angka diatas, sudah menjadi kewajiban/tugas bagi musisi untuk terus selalu berkarya dan berkreasi. Perlunya untuk terus konsisten dan fokus dalam merilis karya baik dalam format single, mini-album ataupun album penuh. Selain itu perlu juga membuka mindset, memahami serta bisa memanfaatkan adanya kemajuan teknologi dan media terkini untuk mendukung rilisan-rilisan karya tersebut.

Bagi manajemen artis, agensi musik, ataupun tim kreatif label rekaman, strategi pemasaran pastinya menjadi salah satu faktor utama untuk mendongkrak keberhasilan. New comer atau pendatang baru, established artists, hingga supergroup, masing-masing memiliki karakter dan kekhasan yang berbeda, dan perlunya dibuat satu perlakuan yang sifatnya memang lebih spesifik dan lebih fokus serta bertujuan jangka panjang. 

Hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan seperti pemilihan artwork album/single, logo, treatment untuk video musik, foto, hingga jenis font ataupun palet warna yang dipilih merupakan satu kesatuan penting untuk suksesnya materi rilisan musik.

Teringat ketika dua hingga tiga dekade lalu dimana produk album fisik mendominasi, hanya ‘segelintir’ artis-artis rekaman yang mampu merajai penjualan album hingga mencapai berjuta-juta kopi cukup dengan modal beberapa single. Sementara kondisi era sekarang adalah banjirnya jutaan artis rekaman serta kreator dengan berbagai jenis rilisan dan beragam karya.


Foto: Unsplash

Komentar

Artikel Populer