1,1 Triliun Diperoleh dari Album Baru BTS dalam Seminggu

1,1 Triliun Diperoleh dari Album Baru BTS dalam Seminggu


BTS baru saja merilis album BE pada 20 November 2020 lalu, yang dalam hitungan sepekan album BE (Deluxe Edition) telah terjual sebanyak 2,274,882 unit di pekan pertama penjualan, terhitung sejak 20 hingga 26 November 2020. Sebelumnya album Map of the Soul:7 yang dirilis pada 21 Februari 2020 telah terjual lebih dari 3,378,633 juta unit di pekan pertama penjualan. Sementara single-single lagu di album tersebut merajai seluruh layanan streaming musik global yang ada.

Berbicara sedikit mengenai konsep marketing ataupun dilihat dari kacamata 'industri musik', kadang saya agak 'bingung' merespon fenomena ini. Bagaimana di tahun yang sama dan hanya dalam hitungan rentang 7-8 bulan bisa merilis album yang berbeda? Sungguh sebuah kerja keras dan kerja yang sangat kompleks! Tapi memang itulah sisi BTS yang luar biasa, nampak tidak terbendung. Pokoknya semua lini 'disikat' semuanya! YouTube? Tidak perlu saya jelaskan...

Saya pribadi awalnya tidak terlalu paham dengan BTS ini, meski soal 'K-Pop' ini sudah mewabah di tahun-tahun lalu. Baru 'ngeh' dari anak-anak saya yang pada tahun 2019 lalu mengajak nonton film BTS "Bring The Soul: The Movie" di bioskop. Setelah menonton film tersebut, saya pikir-pikir ini tidak jauh beda dengan pekerjaan saya dekade dulu. Seputar kegiatan rutin dari panggung, hotel, pesawat, bus, dan bertemu fan. Keliling-keliling kota dan dibayar, bedanya mereka (BTS) banyak keliling dunia... 😆

Mengintip situs Gaon Chart, merupakan institusi khusus yang memberikan informasi dan data terkini secara berkala terkait kiprah artis-artis musisi Korea. Gaon Chart yang dibentuk oleh Ministry of Culture, Sports and Tourism bersama dengan Korea Music Content Industry Association pada tahun 2010 lalu, menjadi salah satu yang paling kredibel terkait dengan informasi tangga lagu dari layanan streaming maupun penjualan album-album artis Korea.

Menurut Kim Jin-woo selaku kepala peneliti di Gaon Chart, dia menyatakan bahwa tiap-tiap album BTS biasanya terjual lebih dari 4 juta kopi. Jumlah yang berhasil diraih oleh BTS merupakan prestasi yang luar biasa mengingat album BE hanya dijual dalam satu versi, yaitu Deluxe Edition, berbeda dengan Map of the Soul: 7 yang dijual dalam beberapa versi berbeda. Selain itu, BE (Deluxe Edition) dijual dengan harga lebih tinggi dari album-album sebelumnya. 

Saya menengok salah satu marketplace lokal kita yang menjual album ini di kisaran 600 ribu-an. Silahkan dibayangkan dan dihitung jika hingga akhir bulan Desember 2020 ini album milik RM, Suga, J-Hope, Jin, Jimin, V, dan Jungkook tersebut terjual hingga 4 juta kopi (Rp 600.000,- x 4.000.000 = Rp 2.400.000.000.000). Brilian!

Yang sangat menarik adalah bahkan 7 lagu di album BE milik BTS ini, semuanya masuk di tangga lagu Billboard #Hot100 awal bulan Desember 2020 ini:

#1, Life Goes On"

#3, "Dynamite"

#13, "Blue & Grey"

#22, "Stay"

#69, "Fly to My Room"

#70, "Telepathy"

#72, "Dis-ease"


1,1 Triliun Diperoleh dari Album Baru BTS dalam Seminggu


Masa pandemi Corona yang hampir masuk satu tahun ini menghentikan semua aktivitas panggung hiburan "live" di seluruh dunia. Memaksa dan mengharuskan manajemen artis, agensi hingga perusahaan rekaman untuk menggeber penjualan merchandise artis (t-shirt konser, jaket, mug, pigura, buku, gantungan kunci, produk makanan/minuman, dll.) dan album fisik (kaset, cakram padat, dan vinil). 

Sebelum maraknya era digital, aktivitas penjualan album fisik dan merchandise sebenarnya telah begitu populer sejak era 70-90'an dulu. Sementara untuk fan BTS masa pandemi virus ini tidak mengurungkan minat mereka untuk membeli merchandise secara daring. Demikian juga dengan konser daring "Map of The Soul ON:E" yang luar biasa pun dieksekusi, dengan ditonton oleh lebih dari 100 juta penggemar. Bisa dihitung berapa perolehan dari konser tersebut. Selain itu ada juga sisi lain yaitu pendapatan dari sponsor produk yang bisa bernilai puluhan hingga ratusan milyar, misalnya artis-artis K-Pop ini mendapatkan kontrak brand ambassador.

Mengutip dari Lee Gyu-tag, seorang profesor antropologi budaya dari George Mason University Korea, beliau mengungkapkan bahwa bagi penggemar K-Pop sudah menjadi 'tugas dan kewajiban' mereka untuk membeli album-album dari bintang artis pujaannya. Mereka percaya bahwa 'tugas' sebagai penggemar tidak hanya sekedar mengapresiasi dan mendengarkan musik, tapi perlu juga membeli produk album fisik dari si artis supaya bisa mendukung si artis tersebut mampu terus mengembangkan karirnya hingga ke jenjang tinggi. Di satu sisi, para penggemar ini rupanya juga saling berlomba-lomba antar penggemar yang mengidolakan artis-artis tertentu, supaya penjualan album artis pujaannya lebih banyak dibanding artis lain serta supaya artis idolanya bisa lebih populer. 

Terakhir, Big Hit Entertainment Co, agensi di balik boy band BTS ini, yang baru saja melantai di bursa Kosdaq pada tengah bulan Oktober 2020 lalu, menunjukkan bahwa industri ini nampaknya tidak terlalu terganggu oleh virus Covid-19. Harga saham yang ditawarkan saat Initial Public Offering (IPO) Big Hit Entertainment adalah 135.000 won per saham atau sekitar US$118. Harganya langsung melambung menjadi 270.000 won atau sekitar US$235 ketika perdagangan saham dibuka. Para investor nampak senang, demikian pula dengan sang miliarder baru bos Big Hit, Bang Si-hyuk, dan ketujuh anggota BTS yang juga mendapatkan bagian porsi saham.

Nah, apa yang bisa kita pelajari dari kepopuleran K-Pop, berikut budaya dan industrinya yang sudah matang lebih dari dua dekade ini?

- perlunya ekosistem musik yang solid

- karya lagu yang bagus dan konsep pemasaran yang matang

- dukungan berbagai komunitas yang apresiatif

- open mind & berpikir global

- kerja keras 

- kerja keras

- kerja keras


Foto: BTS Official, BTS Official

Komentar

Artikel Populer