Apakah Itu Distribusi Digital?



Apakah Itu Distribusi Digital?



Sudah memiliki karya sendiri, menyusun lirik dan menyiapkan aransemen lagu? Saatnya untuk merekam secara profesional di studio hingga berproses ke tahapan mixing dan mastering. Nah, langkah apakah yang harus dilakukan selanjutnya? Apakah kita sudah paham dengan konsep distribusi digital?

Apa saja yang harus kita siapkan sebagai musisi atau manajer artis/band untuk bisa bekerjasama dengan distributor digital ataupun aggregator? Berikut beberapa item diantaranya:

  • menyiapkan fail dalam format-format tertentu: misalnya dengan ketentuan seperti WAV 16 bit, 44100 Hz, Stereo

  • menyiapkan fail artwork atau kover single/album: misal ukuran 3000 x 3000 pixel, 72 dpi

  • menentukan jadwal rilisan (tanggal/bulan/tahun)

  • menyertakan lirik & nama lengkap pencipta lagu

  • foto personil & biografi artis/band

  • kode ISRC (International Standard Recording Code), disediakan oleh pihak distributor atau bisa menggunakan kode sendiri sesuai penunjukan


Sedikit bahasan mengenai ISRC, pada tahun 2012 untuk keperluan distribusi digital saya pernah mengajukan langsung ke pihak IFPI (International Federation of the Phonographic Industry) untuk mendapatkan alokasi kode ISRC untuk keperluan rilisan audio/non-video. Secara proses cepat dan mudah saya mendapatkan jatah dengan kode register ID-AXX.

Struktur secara lengkap ISRC untuk setiap lagu sebagai contoh adalah seperti berikut: ID-A30-20-00001, yang bisa dibaca sebagai: kode negara-kode register/label-tahun referensi rilis-kode penandaan trek lagu. Jadi kalau memang kedudukan distributor/aggregator berasal dari Indonesia, dengan menggunakan kode "ID" tersebut maka trek lagu akan bisa dikenali sebagai rilisan yang memang berasal dari Indonesia, dan tentunya mendukung keperluan metadata. Namun ada juga rilisan digital berasal dari Indonesia yang menggunakan kode ISRC dari Inggris, Amerika, dsb., tergantung dari dimana lokasi distributor digital yang kita ajak kerjasama.

Dalam perilisan dengan format digital, beberapa struktur rilisan yang biasa kita kenal adalah:

  • format single (terdiri dari 1-2 lagu)

  • format EP/album mini (terdiri dari 3-6 lagu)

  • format album (terdiri dari 7-25 lagu)

Apakah Itu Distribusi Digital?


Berkaitan kerjasama distribusi untuk merilis lagu-lagu secara digital, musisi atau manajer artis yang mewakili bisa kontak langsung dan bekerjasama dengan distributor digital/aggregator, baik distributor kecil ataupun distributor kelas kakap. Ada juga model kerjasama dalam bentuk lain yaitu artis bekerjasama dengan produser rekaman ataupun label, dan nantinya si produser atau label rekaman ini yang akan mengurus semuanya.

Beberapa model kerjasama distribusi digital yang ditawarkan adalah seperti sharing/potongan prosentase (%), atau ada juga yang menawarkan konsep & layanan premium dengan kewajiban pembayaran per tahun tanpa dikenakan potongan. Menurut saya apapun bentuk kerjasamanya, ini tetap 'menguntungkan' kedua pihak: distributor-produser, distributor-musisi, aggregator-musisi, label-musisi. Di artikel ini saya tidak akan menyebut nama-nama distributor digital tertentu, silahkan akses informasinya via Google atau Bing.

Berbicara mengenai platform ataupun aplikasi, berapa waktu lalu saya masih bisa menikmati layanan berbagai provider musik digital (DSP) mulai dari Rdio, Guvera, dll., kemudian hingga yang terkini Deezer, Spotify, LangitMusik, JOOX, Apple Music, YouTube Music, hingga Resso.

Sementara era satu dua dekade lalu kita masih bisa berbicara soal distribusi produk fisik (kaset, CD, DVD) yang nampak sangat rumit bagi saya. Saya masih mengalami penjualan kaset hingga berjuta-juta, atau penjualan CD hingga ratusan ribu keping. Meski sebenarnya secara value produk fisik hasilnya nampak lebih besar dan memiliki wujud nyata dibanding produk digital. Nampak rumit karena distribusi fisik membutuhkan usaha-usaha yang sangat besar. Bisa dibayangkan distributor fisik yang rata-rata berada di Jakarta harus mengirimkan produk kaset & CD milik berbagai musisi atau artis ke berbagai kota di Indonesia. Belum lagi urusan produksi/manufaktur, percetakan, cukai, PO, retur, dsb.

Sesungguhnya di era digital dan kemajuan teknologi saat ini begitu memudahkan kita. Secara biaya produksi juga lebih murah, promosi dan pemasaran gampang. Tinggal bagaimana kita bisa terus fokus dan konsisten sebagai musisi dan pelaku (bisnis musik). 
Bagi musisi-musisi independen dan boutique label, untuk keperluan distribusi digital, publishing, marketing, dan data analytics, kalian bisa menghubungi artist & label services: Selera Pasar Digital di tautan ini 088908824434.

Nantinya saya akan siapkan tulisan lanjutan mengenai "Setelah Tersedia di Berbagai Platform Digital Kemudian Apa?", akan saya turunkan dalam beberapa waktu ke depan. 


Foto: SG Creative, Heidi Sandstorm

Komentar

Postingan Populer