Banyak Lagu, Banyak Rejeki...

Banyak Lagu, Banyak Rejeki...



Bagaimana kabar kalian semuanya para musisi independen: solois ataupun band? Apa kabar juga para komposer, pencipta lagu di masa-masa isolasi karena pandemik COVID-19 ini? Semuanya harus dalam keadaan sehat, tetap bersemangat, terus berpikir positif, dan terus berkarya. Saya sudah mencicil tulisan ini sejak awal Maret 2020 lalu, kali ini saya ingin membagikan satu artikel singkat mudah-mudahan bisa memberikan ide dan gagasan, dengan titel "Banyak Lagu, Banyak Rejeki...".
Apa saja yang harus dilakukan? 

Kita semua berharap wabah virus COVID-19 segera berakhir, dan semuanya bisa kembali beraktifitas (meski tidak bisa 100% kembali seperti dulu), karena kita bakal menghadapi situasi dan keadaan yang 'benar-benar baru'. Situasi yang bakal berbeda dari sebelumnya. Yang jelas dengan memiliki banyak waktu di rumah, kita perlu memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik mungkin. Sudah merupakan tugas pokok musisi adalah membuat lagu, maka buatlah dan merekam sebanyak mungkin lagu.
Sebanyak mungkin karya lagu, sebanyak-banyak rilis! Bangunlah katalog musikmu!

Yang perlu disiapkan, minimal kebutuhan dasar (studio) di rumah yang diperlukan antara lain adalah:

  • PC/laptop

  • soundcard

  • software/aplikasi DAW

  • mic, instrumen

  • koneksi internet

  • layanan cloud: Hightail/YouSendIt, WeTransfer, Google Drive, dll.


Di artikel ini tentunya saya tidak akan memberikan saran tentang bagaimana membuat lagu yang bagus atau nasihat-nasihat bagaimana supaya lagunya bisa laris-manis. Saya juga tidak akan menerangkan hal-hal teknis yang terkait cara merekam lagu, maaf.

Jika para musisi dimanapun berada membutuhkan sarana dan fasilitas untuk kebutuhan mixing hingga mastering yang berkualitas secara profesional dan dengan biaya yang terjangkau, bisa kontak kawan lama saya di Yogyakarta, di tautan berikut: EFKA Studio. Untuk hal-hal teknis bisa dibicarakan dan dikoordinasikan.

Terkait materi album atau lagu-lagu tersebut yang telah rampung diproses... sebelum dipublikasikan kepada khalayak aktif & khalayak ramai, jika kalian para musisi komposer dan pencipta lagu independen atau merilis secara mandiri, sebaiknya mendaftarkan karya-karya tersebut atas dasar legal dan akan diakui oleh negara yaitu melalui layanan daring e-HakCipta Layanan Intelektual milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual - Kementerian Hukum dan HAM RI, dengan mendaftar di tautan berikut.

Jika kalian masih terhitung sebagai 'musisi anyaran' alias pendatang baru, kemudian perlu untuk memikirkan mendirikan penerbitan musik (publishing) atau bisa juga menyerahkan kuasa kepada music publisher yang ada seperti Selera Pasar Digital dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga manajemen kolektif yang telah berijin serta diakui negara.

Tentunya selain memiliki karya, perlu juga dipikirkan cara berstrategi untuk pemasaran dan promosi atas lagu-lagu tersebut. Di era digital ini, untuk 'memecah' algoritma internet dan algoritma media sosial, yang saya pikirkan adalah setiap bulan musisi independen wajib merilis minimal 1 single baru di berbagai platform musik, dan itu dilakukan secara berkala dan memiliki timeline yang jelas. Termasuk konsep promosi dan desain pemasaran/marketing.

Saya berangan-angan saat menjelang akhir tahun 2021 nanti, begitu semua wabah COVID-19 ini dinyatakan sudah aman di seluruh dunia, kita bakal kembali lagi tur keliling kota, main di kafe-kafe, sibuk manggung di pesta pernikahan/ulang tahun, dan bakal sibuk dari panggung ke panggung.

Oiya, saya menyediakan diri dan waktu bagi para musisi & label-label independen dan para pelaku musik lainnya untuk berkonsultasi, saling bertukar ilmu terkait, dan belajar soal bisnis musik baik dengan pola-pola tradisional ataupun dengan gaya kekinian. Bisa kontak saya disini, WhatsApp: 088908824434

Tetap di rumah, selalu berhati-hati... mari menatap masa depan yang baru.

 

Foto: Akin

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer