Video Musik Vertikal

Era telepon pintar yang semakin 'menggila'. Konsumsi layanan data dan trafik internet yang terus meningkat dan terus tumbuh dari waktu ke waktu. Penggunaan media sosial yang nonstop untuk berbagai keperluan mulai dari swafoto, promosi jualan produk & jasa, eksistensi diri & keluarga, memamerkan harta benda, dan lain sebagainya. Kini konsumsi di ranah digital mayoritas tidak hanya berbicara soal foto saja, konten video menjadi raja.

Pada Juni 2018 lalu Instagram merilis aplikasi baru ‘IGTV’ platform konten video vertikal dengan durasi 1 jam. Bagi generasi kekinian (Gen Y, Gen Z, hingga Gen C/YouTube Generation), video durasi panjang ini nampaknya menjadi masalah tersendiri, mungkin saja berasa membosankan bagi mereka. Generasi ini bisa dianggap 'haus' akan aktualisasi diri dan mereka membutuhkan sarana untuk memfasilitasi sifat narsis mereka.

Jaman telepon pintar yang lebih fleksibel dan nyaman jika dipegang secara tegak lurus, dengan rasio lebar tinggi 9:16, membuat TikTok kini 'merajai' layanan video pendek dengan lebih dari 500 juta pengguna. Mungkin saja kini YouTube masih nyaman dengan rasio tinggi lebar standar 16:9, dan seiring dengan waktu mungkin saja bakal dimunculkan pula konten YouTube dengan rasio 9:16.

Layanan YouTube Music dan YouTube Premium yang baru saja dirilis, saya pikir akan lebih nyaman dan disukai apabila konten video yang tersedia bisa dinikmati dalam format vertikal penuh.

Dengan maraknya konsep video vertikal, harapan saya di era mobile saat ini ada satu entitas yang mampu mengumpulkan seluruh koleksi ratusan ribu hingga jutaan video-video musik Indonesia mulai dari katalog lama hingga terbaru dan membuatnya dalam versi 9:16 dalam satu platform, entah dengan cara re-take ataupun menggunakan teknologi editing model masa kini. Membuat konten-konten video musik vertikal dengan durasi pendek bisa menjadi gimik dan mendukung saranan pemasaran musik yang berkelanjutan.

https://youtu.be/YYGBKWD8NlQ

Ayo ramaikan video musik vertikal... dan mengenai konsep 'musisi eksis di TikTok' akan saya bahas di tulisan berikutnya.

 

Foto: Kal Visuals

Komentar

Postingan Populer